Jakarta, 22 April 2008
Thursday, April 24th, 2008Setiap tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini yang merupakan simbol dari emansipasi wanita. Saya hanya mencoba membuka wacana untuk memahami lebih jauh mengenai makna emansipasi wanita. Suatu situs diinternet menyebutkan suatu ayat dari al-quran yaitu pada surat An-Baqarah ayat 228 yang penggalan artinya sbb: “… Dan laki-laki mempunyai satu derajat lebih tinggi dari perempuan.”
Setelah melihat banyak opini umum mengenai makna emansipasi wanita, saya mencoba mencari tetapan hukum yang dapat menjadi kiblat dari segala persepsi. The Holy Al-Quran is the best law in the world for me, but before I start to find the right section in Quran, I have to ask to the right person that expert on interpreting Quran. And these are the result of all the discussion last night.
Setiap ayat dari surat-surat Al-quran yang diturunkan memiliki asbabul nuzulnya (sebab musabab diturunkannya Al-Quran). Pencarian kebenaran akan yang Haq, mutlak wajib dilakukan bagi setiap insan. Pembuktian secara logika akan suatu dalil merupakan kewajiban bagi makhluk-makhluk yang berpikir. Namun tidak setiap dalil mutlak kebenarannya pada saat pembenaran secara ilmiah terbukti, karena kebenaran itu akan berubah pada suatu era yang lain. Artinya, suatu dalil akan menjadi acuan hanya pada satu masa saja, dan akan diperlukan pembuktian akan kebenaran dalil-dalil yang lain lagi untuk disesuiakan pada zamannya.
Dengan kata lain, suatu dalil berlaku sesuai dengan zamannya dan akan habis masa berlakunya (expired). Pada saat habis masa berlakunya tsb, adalah tugas manusia mencari kebenaran akan dalil yang lain yang sesuai dengan zamannya.
Sebagai contoh surat An-Nissa Ayat 34 : “Laki-laki adalah pemimpin atas perempuan-perempuan karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan-perempuan)…”. Sekilas jika dibaca ayat ini akan berarti bahwa Quran menegaskan perempuan berada dibawah lelaki sepenuhnya.
Padahal sebelum kita mengartikan penggalan ayat tsb, sebelumnya kita harus menelaah asbabul nuzulnya. Pada saat ayat tsb dikeluarkan, lelaki pada zaman itu memiliki banyak istri dan berkelakuan tidak baik seperti meneyepelekan perempuan, memukul dan mabuk-mabukan. Kemudian diturunkannya ayat tsb supaya menjadi peringatan bagi para suami untuk memberikan contoh-contoh yang baik kepada keluarganya.
Namun seiring dengan berubahnya zaman dimana perbudakan dihapuskan dan poligami banyak ditentang, maka ayat tsb menjadi tidak berlaku lagi pada saat ini. Oleh karena itu, setiap ayat yang diturunkan belum tentu berlaku untuk semua zaman, dan terlebih dahulu kita harus mencari asbabul nuzul dari sumber-sumber yang dapat dipertanggung jawabkan.
Kembali ke arti surat Al-Baqarah ayat 228 diatas. Arti kata satu derajat bukan diartikan sebagai laki-laki satu tingkat diatas perempuan, namun takaran lelaki lebih besar dari perempuan. Harus diakui secara biologis perempuan berbeda dengan lelaki. Lelaki memiliki otot dan otak yang lebih besar dibandingkan perempuan. Secara biologis, perempuan terkuat sekalipun tidak akan mampu menandingi lelaki terkuat didunia. Otak lelaki pun juga lebih besar dari perempuan, namun besar-kecilnya otak tidak berpengaruh dengan kecerdasan.
Tetapi ukuran lebih kecil otot perempuan bukan berari tidak memiliki kelebihan. Ukuran kecil tsb membuat perempuan lebih lincah. Dan walau bagaimanapun, lelaki tidak mungkin dapat mengandung dan melahirkan. Secara lahiriah, memang perempuan dan laki-laki memiliki perbedaan dan keunggulan masing-masing.
Allah menciptakan segala perbedaan secara lahiriah dan manusia berkewajiban memahami segala hikmah yang di berikan-Nya. Karena bukan hanya perbedaan gender yang ada, namun warna kulit, ras, agama, suku bangsa dan status sosial kerap menjadi perdebatan. Untuk itu perlu kita berpedoman untuk dapat menjalankan kewajiban hidup dengan mengisinya agar hidup lebih bermakna dan tujuan hidup dapat tercapai, karena apapun perbedaan yang terjadi, dimata Allah ketaqwaan adalah yang menjadi pembeda untuk menuju kembali pada-Nya.
Sungguh Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menetapkan nilai-nilai kemanusiaannya dari atas langit yang ketujuh. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
يَاأَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
“Hai sekalian manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kalian dari seorang lelaki dan seorang wanita, serta menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kalian saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (Al-Hujurat: 13). (Emansipasi Wanita, Propaganda Musuh-musuh Islam)
Memaknai emansipasi, yang diperlukan adalah pencerahan pemikiran dari masing2 individu. Bahwa kedudukan manusia adalah sama terlepas dari perbedaan gender, warna kulit, satus sosial. Dalam posisi rumah tangga pun demikian, suami istri memiliki hak dan kewajiban yang sama, seperti pendidikan, mengasuh anak, mencari penghasilan, merawat rumah dan bersosialisasi. Keputusannya tergantung dari kesepakatan dan keadaan pendukung didalam suatu keluarga.
Kefanatikan memaknai arti emansipasi berlebih dan perkumpulan yang mengatasnamakan perkumpulan wanita, kelompok feminis, atau organisasi2 sejenis yang terlalu pro pergerakan feminis, malah menjadi wadah pengkotakkan bahwa gender memang menunjukan adanya perbedaan. Bahkan ada contoh yang aneh lagi yaitu ide pengadaan bus transjakarta yang dikususkan untuk kaum wanita, wah.. bukannya konsep ini malah membuat spesial kaum wanita? padahal fenomena persamaan sedang diperjuangkan.
Pencerahan pemikiran bahwa manusia adalah individu yang sama kedudukannya ditujukan bukannya hanya oleh kaum wanita saja. Pemahaman dan kesadaran ini memerlukan edukasi yang dimulai dari tingkat dasar dan atau sosialisasinya diperluas diberbagai kalangan. Sehingga setiap individu tidak perlu lagi ramai2 hanya meributkan emansipasi, yang terpenting adalah melaksanakan tugasnya,menjalankan dengan serius pilihannya dari peran yang akan dimainkan didunia ini J